Warta Jember

 
 
 
 
 
 
Anda membaca : Hukum Curanmor Masih Marak Di Jember Selatan

Curanmor Masih Marak Di Jember Selatan

Diantar suaminya, Siti Wasitoh (45), saat melaporkan sepeda motornya yang hilang ke Mapolsek Kencong. (ulum/wj.com)wartajember.com - Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor), masih menjadi momok bagi masyarakat Jember, khususnya di wilayah Jember Selatan. Bagaimana tidak, dari data dan informasi yang berhasil didapat, dalam seminggu terakhir telah terjadi empat pencurian dengan enam sepeda amblas dibawa kabur maling.

Di wilayah Kecamatan Kencong saja, diketahui ada tiga kejadiaan, dengan tiga motor milik warga yang raib akibat ulah pelaku Curamor. Pada Jum’at lalu, Honda Beat P 6926 KO milik Icha Oktifiara Agmi (20), warga Jalan Kyai Haji A. Dahlan, lingkungan RT 03/ RW 02 Dusun Ponjen, Desa/ Kecamatan Kencong hilang saat diparkir di depan rumahnya.

Menyusul kemudian, pada Rabu malam kemarin, Motor Suzuki Smash warna merah milik Sujono yang tinggal di selatan Pom bensin (SPBU) Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember juga telah dilaporkan hilang dicuri maling.

Pada Kamis pagi (2/5/2013), sekitar pukul 08.00 WIB, Honda Supra 125, warna hitam bernopol P 2201 LA milik Siti Masitoh (45), guru pengajar di SDN Wonorejo 1, Kecamatan Kencong, Jember juga dilaporkan telah hilang saat diparkir di halaman sekolah, sementara dirinya mengajar murid-muridnya.

Dari keterangan korban saat melapor ke Mapolsek Kencong, peristiwa itu terjadi pada suasana  yang masih pagi, dimana pada saat itu korban sedang mengajar di jam pertama. Tiba-tiba dua siswinya yang sebelumnya ijin ke kamar belakang, kembali ke ruang kelas dengan membawa informasi kalau motor sang guru sedang diutak-utik oleh dua orang yang tidak dikenalnya.

“Saya langsung curiga, dan bergegas menuju parkiran sekolah,” kata korban pada petugas. Ternyata kecurigaanya benar, sepeda motor miliknya sudah tidak ada lagi di tempat semula, di parkiran sekolah. Korban hanya medapati helmnya, yang sepertinya sengaja ditinggalkan oleh sang pelaku.

Korban juga mengaku, masih sempat mencari di sekitaran parkiran sekolah dan bertanya ke beberapa rekan guru. Ujungnya, korban akhirnya lemas dan shock setelah yakin kalau sepeda motornya telah hilang dibawa pelaku Curamor. “Bagaimana ndak lemas Pak, motor itu kami beli masih empat bulan yang lalu,” kata korban yang masih kelihatan lemas. Dengan diantar suaminya, korban akhirnya mendatangi Mapolsek Kencong untuk melaporkan peristiwa tersebut.

“Padahal juga sudah saya kunci stir dan saya tutup lubang kuncinya, tapi pencuri masih bisa membawa kabur,” imbuh korban pada petugas. Rupanya, kemajuan tehnologi dalam system pengamanan motor juga telah diikuti oleh para pelaku kriminal agar tidak ketinggalan dan berhasil saat menjalankan aksinya.

Tiga kasus Curanmor ini, kini sedang dalam pendalaman dan menjadi target pengungkapan jajaran Polsek Kencong. Seperti disampaikan Kapolsek Kencong AKP Ma’ruf, bahwa pihaknya memang menerima laporan terkait Curanmor yang terjadi dalam seminggu terakhir di wilayah hukumnya.

Didapat informasi juga bahwa pada Rabu malam, juga telah terjadi Curanmor di wilayah hukum Polsek Balung, tepatnya di Dusun Krajan Lor, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Jember. Korban yang bernama Samsul dikabarkan telah kehilangan tiga motornya dalam kejadian malam tersebut.

Hingga siang kemarin, kejadian itu masih belum dilaporkan ke Mapolsek Balung. “Tidak ada kejadian Mas, atau mungkin korban belum laporan,” jelas Aiptu Wahyudi, Kanit Reskrim Polsek Balung saat dihubungi.